May Hastuti Lubis

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tempat Bersejarah di Manado Wajib Dikunjungi

Telah banyak yang mengetahui bahwa kota Manado sebagai kawasan wisata. Potensi yang dimiliki dalam hal pariwisata pun sangat beragam. Namun, ternyata tidak hanya keindahan alam saja yang dimiliki kota ini, ternyata ada banyak tempat bersejarah di Manado yang rasanya sayang untuk dilewatkan. Berikut adalah wisata bersejarah di kota Mando yang melegenda dan jadi saksi ketika masa penjajahan.

Ragam Pilihan Tempat Bersejarah di Manado

Bangunan berupa tugu atau monumen hampir ada di tiap-tiap kota. Tujuan pembangunannya pun beragam, bisa sebagai tugu peringatan atau hanya sebagai icon dari suatu kota. Hal inilah yang juga dimiliki oleh kota Manado. Salah satu saksi di jaman penjajahan yang pertama adalah Tugu Perang Dunia II. Terdapat dua versi berbeda terkait dengan tujuan dibangunnya tugu ini. Versi pertama menyebutkan bahwa tugu ini dibangun pada tahun 1940 sebagai tanda dari kejatuhan yang dialami oleh pasukan Jepang di provinsi Sulawesi Utara. Versi yang kedua mengatakan bahwa proses dibangunnya tugu ketika penjajahan VOC atau Hindia Belanda pada abad ke-19. Tugu peringatan ini terletak di Jl. Jenderal Sudirman.

Selain tugu peringatan tadi, Manado juga memiliki monumen berupa Monas Tondano. Sesuai dengan namanya, Monumen ini terletak di wilayah Tondano. Letak dari tugu ini ada di pusat kota dari Tondano Manado dan mempunyai ketinggian mencapai 15 meter. Inilah tugu proklamasi sebagai sebuah simbol dari perjuangan ketika melawan penjajah. Kini beralih ke wisata bersejarah lain berupa wisata religi.

Kehadiran dari makam salah satu pahlawan di Indonesia, yaitu Tuanku Imam Bonjol membuat Manado menjadi kota yang semakin menarik untuk dikunjungi. Sesudah mengalami peristiwa pengasingan yang sangat berat, kemudian pada tanggal 6 November tahun 1864, Imam Bonjol meninggal. Beliau wafat dalam pengasingan ketika ada di tanah Minahasa, provinsi Sulawesi Utara. Jasadnya kemudian dimakamkan ke sebuah desa bernama Desa Lota yang terletak di Pineleng, Minahasa, provinsi Sulawesi Utara. Sebagai tanda penghormatan atas jasa-jasanya dalam merebut kemerdekaan Indonesia, maka beliau kemudian diangkat sebagai salah satu dari pahlawan nasional dari negara Indonesia. Bentuk makamnya pun dibangun dengan sedemikian rupa. Hal ini agar masyarakat mampu untuk menghayati dan mengenang perjuangan yang telah dilakukan oleh Imam Bonjol. Pembangunan makam milik Imam Bonjol menggunakan gaya arsitektur khas Minang. Bentuk yang sangat khas terlihat dari atap yang mempunyai bentuk gonjong. Makamnya dibuat di tengah-tengah dari pemukiman warga dan sarat dengan nuansa Islam. Hal ini terlihat dengan adanya kaligrafi dari ayat Al Qur’an di bagian tengah dari makam.

Memang kota Manado selain memiliki keindahan alam yang luar biasa, juga mempunyai tempat Tour Manado yang beragam. Mulai dari tugu peringatan hingga ke makam dari salah satu pahlawan nasional Indonesia, yaitu Imam Bonjol. Berkunjung ke Manado berarti bisa mendapatkan dua bentuk wisata sekaligus, yakni wisata alam dan juga wisata sejarah maupun religi.

 

Add A Comment

© 2008 May Hastuti Lubis