May Hastuti Lubis

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Jenis Asuransi Yang Cocok Digunakan Bagi Kalian Yang Telah Menginjak Usia 40 Tahun

Hidup benar-benar dimulai pada usia 40 tahun. Ungkapan ini muncul dari pemahaman bahwa di usia kepala empat, seseorang biasanya sudah dapat diaktakan mapan baik dari sisi finansial, keluarga, maupun spiritual. Di usia kepala empat, seseorang umumnya sudah semakin dekat dengan kejayaan karir. Statusnya pun kemungkinan sudah berkeluarga dan secara finansial sudah lumayan mapan.

Dalam perspektif perencanaan keuangan, usia 40-an ini seseorang masih ada dalam tahap akumulasi kekayaan karena diasumsikan dia sudah bekerja lebih dari 10 tahun. Namun, di usia ini juga biasanya pengeluaran atau tingkat konsumsi mencapai batasnya.

Beban cicilan cukup banyak, mulai dari cicilan rumah, cicilan mobil hingga cicilan kartu kredit. Ditambah lagi pengeluaran untuk ongkos sekolah anak, biaya kesehatan, pengeluaran untuk kebutuhan sosial, dan lain sebagainya. Itulah kenapa di usia empat puluhan, pengelolaan keuangan yang sesuai sudah menjadi kewajiban.

Paling tidak ada 3 tipe asuransi yang penting dimiliki oleh tiap orang, tentu dengan menimbang keperluan. Pertama, asuransi jiwa. Jenis asuransi ini wajib dimiliki oleh mereka yang memiliki tanggungan jiwa. Contohnya saja, kepala keluarga, pencari nafkah utama keluarga. Asuransi jiwa menanggung kerugian finansial saat si tertanggung atau pemegang polis meninggal dunia.

Jika si tertanggung meninggal dunia, manfaat finansial asuransi atau uang pertanggungan bisa digunakan oleh ahli waris untuk melanjutkan hidup. Asuransi jiwa memang tidak dapat mencegah kematian. Tetapi, asuransi jiwa dapat meringankan beban keuangan anggota keluarga saat pencari nafkah meninggal dunia.

Lalu yang kedua, asuransi kesehatan. Risiko sakit ditanggung oleh hampir semua orang. Terlebih jika sudah ada pada usia kepala empat, risiko terserang penyakit bisa lebih besar. Untuk menanggulangi risiko biaya kesehatan akibat sakit, Anda dapat mengatasinya dengan asuransi kesehatan.

Yang ketiga, asuransi kerugian. Aset seperti rumah dan kendaraan tidak kebal dari berbagai risiko, mulai dari risiko kebakaran, risiko pencurian, sampai risiko banjir serta kerusuhan. Anda dapat mengelola risiko finansial dari berbagai hal itu dengan asuransi kerugian.

Nah, jika saat ini Anda sudah berkepala empat namun belum punya asuransi, apakah itu asuransi jiwa, kesehatan atau kerugian, segeralah berubah. Usia 40-an tahun justru menjadi pertanda Anda perlu lebih serius membenahi pengelolaan finansial agar tidak semakin terlambat. Semakin Anda menunda berasuransi, risiko dan biaya yang harus Anda tanggung di masa mendatang akan semakin tinggi.

  • Mengetahui jumlah budget yang dimiliki

Berasuransi artinya Anda membeli asuransi dengan membayar sejumlah premi untuk kegunaan tertentu. Dalam catatan keuangan, asuransi masuk di kolom biaya. Ini berhubungan dengan kemampuan Anda membayar premi. Sehingga, Anda harus mengecek berapa kemampuan budget yang Anda punyai untuk asuransi? Sejauh ini belum ada acuan tentang berapa nilai ideal pengeluaran untuk premi asuransi. Tapi, Anda dapat memakai angka 10% dari total penghasilan berkala sebagai pos budget biaya asuransi.

  • Memiliki pihak dan provider asuransi yang sesuai dan terpercaya

Setelah mengetahui keperluan, saatnya eksekusi. Bandingkan penawaran produk dari berbagai provider atau perusahaan asuransi. Carilah provider yang terbukti layanannya berkualitas serta punya rekam jejak yang baik. Premi murah tapi layanan kurang baik, tentu kurang ideal. Jadi, belum terlambat untuk mempunyai asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi kerugian, meski sudah berkepala empat.

Apa saja keperluan asuransi yang harus Anda penuhi? Bila Anda seorang pencari nafkah utama, maka asuransi jiwa harus Anda miliki. Begitu juga jika Anda dan keluarga belum memiliki asuransi kesehatan, masukkan itu dalam daftar asuransi yang harus Anda penuhi. Pun halnya dengan asuransi kerugian seperti asuransi rumah dan asuransi mobil, masukkan dalam pilihan utama juga.

Sumber: Asuransi Penyakit Kritis Allianz

Add A Comment

© 2008 May Hastuti Lubis